Social Media

Pengetahuan Dasar Elektronika

Salam kenal dari kami sobat disini kami akan mencoba menukar sedikit pengalaman tentang elektronika tuk yang pertama disini akan membahas tentang pengetahuan dasar dari komponen elektronika, teknik pengukuran sampai pembuatan skematik elektronika, yang saya usahakan dengan penjelasan - penjelasannya, semoga dengan ini semua bisa bermanfaat sobat. Baiklah yang pertama kami bahas dulu tentang Pengetahuan Dasar Elektronika,diantarannya Sebagai berikut =
Resistor
Resistor merupakan suatu hambatan listrik yang dipergunakan dalam rangkaian elektronika yang sering disebut "weerstand" dalam Satuan Ohm (Ω). Bahan pembuat resistor =
Resistor 
    1. Resistor terbuat dari zat arang yang berupa bubuk, dicampur dengan bahan pelekat hingga menjadi bubur, kemudian dicetak dalam pipa osilator yang disesuaikan dengan nilai hambatan yang dikehendaki,pada kedua ujung pipa dipasang kawat penghantar setelah itu ditutup dengan timah,kemudian dicat dengan cat keras dengan diberi kode warna.

2. Resistor yang dibuat dari kawat nikelin yang digulung pada marmer atau kaca yang sebelumnya dioksidasi terlebih dahulu. Resistor arang mempunyai kemampuan yang dilalui daya listrik yang rendah (1/4 watt sampai 3 watt) sedang resistor nikelin mempunyai kemampuan dilalui daya listrik yang cukup besar sampai ratusan watt.Karena sifat zat arang hambatan listriknya tidak setabil, jika kena panas nilai hambatannya menurun, maka resistor perlu diberi nilai toleransi.
Resistor
Kode Warna Resistor
Kode warna resistor digunakan untuk menentukan besar dan kecilnya suatu hambatan dalam resistor tersebut, kode warna resistor ini diciptakan oleh sekumpulan pabrik – pabrik radio Eropa dan Amerika yang bernama RMA (Radio Manufacturers Association). 
Kode warna terbagi 2 macam =
1. Kode warna RMA sistem lama
Warna badan = angka ke -1Warna ujung = angka ke -2 Gelang tengah/titik tengah = jumlah nol dibelakang angka ke -2.
Adapun arti kode warna yang dibuat oleh RMA sebagai berikut =
Kode warna
Nilai hambatan (Ω)
Hitam
0
Coklat
1
Merah
2
Jingga(Orange)
3
Kuning
4
Hijau
5
Biru
6
Ungu(violet)
7
Abu - abu
8
Putih
9
2. Kode warna RMA sistem Baru 
Warna

Gelang I
angka ke -1
Gelang II
angka ke -2
Gelang III
angka ke -3
Gelang IV
toleransi
Hitam
0
0

Coklat
1
1

Merah
2
2

Orange
3
3

Kuning
4
4

Hijau
5
5

Biru
6
6

Ungu
7
7

Abu – abu
8
8

Putih
9
9

Emas
-
-
5%
Perak
-
-
10%
Tak berwarna
-
-
-
20%

Kegunaan resistor adalah sebagai berikut :
  • Memperkecil arus listrik. 
  • Membagi tegangan listrik. 
  • Memperkecil/Membesar Tegangan listri. 
  • Pembagi arus pada rangkaian paralel. 
  • Sebagai pemikul beban (Load resistance). 
  • Pembangkit getaran rendah (audio RC Oscilator).
Kerusakan resistor disebabkan oleh =
  1. Harga perlawanan naik (kebanyakan putus).  
  2. Bocor.  
  3. Bocor yang merupakan masalah hanya pada perlawanan harga tinggi (100KΩ atau lebih). 
  4. Bahan yang terlampau dapat mengubah harga perlawanan. 
  5. Arus bocoran dapat mengalir lewat kotoran (debu) diluar badan resistor.
    Variabel resistor (VR)
    Variabel resistor (VR) 
    Merupakan Suatu hambatan listrik yang nilai hambatannya berubah-ubah, Variabel resistor terbuat dari zat arang dan kawat nikelin.Berdasarkan atas perubahan nilai hambatannya potensiometer dibedakan menjadi 2 diantranya =
    1. Potensio linier
    Merupakan potensio yang bila kontak gesernya dipindah, maka nilai hambatan listriknya berubah sesuai dengan perhirungan linier.
    2. Potensio logaritmis
    Merupakan potensio yang bila kontak gesernya dipindah, maka nilai hambatan listriknya berubah sesuai dengan perhirungan logaritmis. Pabrik-pabrik dari Jepang member tanda A untuk potensio logaritmis, sedang tanda B untuk potensio linier.
    Pembagi tegangan variable.
    Kalau R2 tak dibebani , berlaku =
                       R2
    V2 =  ____________  x E
              R1 + R2
    Kalau R2 dibebani, kita terapkan teorema Thevenin.
    Variabel resistor (VR) yang dapat digolongkan menjadi 3 jenis =
    1. Potensiometer lilitan tunggal
    · Yang berperlawan rendah menggunakan kawat dari lakur tembaga dan yang berperlawanan tinggi menggunakan kawat nikel – kromium.

    · Berinduksi dan berkapasitansi yang dapat menimbulkan masalah dalam kekalang berfrekwensi tinggi.
    2. Potensiometer lilitan ganda
    • Unsur perlawanan dari karbon. 
    • Paling banyak dipakai sebagai pengatur volume, bass, treble dan pengatur cerah dan kontras pada TV analog. 
    • Potensiometer lilitan ganda digunakan dimana diperlukan setelan teliti pada harga perlawanan. 
    • Dapat diperoleh dengan harga antara 50Ω…5MΩ dengan toleransi ±10..20% dengan tarip daya 2 dan 3 watt. 
    • Kawat dililitkan pada kartu dari plastik, fenolik, atau bahan lain.
                            Kegunaan potensiometer diantaranya =
    1. Pengatur suara (volume control).  
    2. Pengatur nada (tone control).  
    3. Pengatur nada tinggi (treble control).  
    4. Pengatur nada rendah (bass control). 
    5. Membangkitkan desah, terutama dalam kalangan arus searah.
       3. Trimpot.
    • Satu kali saja disetel dengan obeng dan selanjutnya tak dikutik –kutik lagi. 
    • Dengan harga dari beberapa ohm hingga 5MΩ toleransi 10%, daya 1W.
     4. Reostat.
    1. Terdiri dari pilihan kawat; mampu memboroskan daya 5 watt atau lebih.  
    2. Digunakan dala terapan daya tinggi, misalnya dalam piranti las, tungku, tegangan sinar-x. 
    3. Pengatur kecepatan motor.
     5. Thermistor (Thermal resistor).
    • Varaisi perlawanan bersama suhu. 
    • Pelawan tak linier, terbuat dari setengah penghantar yang sangat peka terhadap perubahan suhu. 
    • Dapat memiliki koefisien suhu positif (PTC) atau negatif (NTC). 
    • Banyak kegunaannya dalam pengukuran dan pengendalian suhu, tunda waktu, kopensasi suhu, indikator taraf cairan. 
    • Berbentuk manik, piringan, cincin, dan kemasan baut.
     Parameter yang dimanfaatkan diantaranya =
    1. Tetapan waktu termistor untuk berubah perlawanan dengan 63% dari harga awalnya pada borosan daya nol.

    2. Tetapan borosan (disipasi) yaitu daya yang diperlukan untuk menaikan suhu termistor 1˚C yang dinyatakan dalam milliwatt per ˚C dengan harga lumrah 1..10mW/˚C.

    3. Perbandingan perlawanan pada 25˚C terhadap 125˚C.
    2. Varistor (Variable resistor).
    • Pelawan tak linier, terbuat dari Karbida silikon. 
    • Harga perlawanannya bergantung pada tegangan yang dikenakan (pelawan peka terhadap tegangan). 
    • Aru perpadanan dengan tegangan menurun , dimana n ada diantara 2…6. 
    • Mampu berthan terhadap tegangan sampai 10000V. 
    • Berbentuk piringan, batang, atau cincin. 
    • Penerapan dalam kalangan proteksi terhadap sentakan tegangan, dan dalam pembangkitkan bentuk gelombang tak sinus. 
    • Tanpa varistor kalau sakelar dibuka, tegangan tinggi dalam medan magnet menjangkitkan tegangan yang dapat merusak kumparan L. Dengan varistor tegangan tinggi tersebut menjangkitkan arus lewat varistor, perlawanan varistor merosot, dan tenaga medan magnet diboroskan dalam varistor,tidak dalam kumparan. 
    3. LDR (Light dependen Resistor).