Social Media

Pengetahuan dasar komponen Elektronika

Transistor
Transistor berasal dari kata transfer dan resistor (transfer = pindah dan resistor= hambatan listrik), yang didasarkan dari sifat bahan baku pembuat transistor yaitu bahan sejenis kristal yang mempunyai sifat setengah penghantar (semi konduktor), Seperti= Germanium(Ge), silikon(Se) dan sebagainya.
Bahan tersebut mempunyai hambatan listrik yang berubah-ubah / berpindah-pindah bila terpengaruh suhu, cahaya, dan arah arus yang melaluinya, Transistor ditemukan oleh J. Barden, W.H. Brattain dan W. Shockley sekitar tahun 1948 oleh sarjana-sarjana dari perusahaan Telephone Bell di Amerika Serikat.
Dopping
Dalam keadaan sebenarnya, germanium dan silikon merupakan benda isolator, yang kemudian dari perusahaan germanium dan silikon masing-masing diberi kotoran (dopping).
Bila germanium atau silikon diberi kotoran almunium, maka akan diperoleh bahan semi konduktor jenis P, sebab bahan ini sekarang tidak netral lagi dikarenakan Germanium atau silikon tersebut kekurangan elektron sehingga bersifat positif (P).
Dopping
Pembentukan Atom P 
Bila germanium atau silikon diberi kotoran fosfor, maka akan diperoleh bahan semi konduktor jenis N, sebab bahan ini kelebihan elektron sehingga bersifat negatif (N).
Dopping
Pembentukan Atom N
Dioda
Bila bahan jenis P dan bahan jenis N dipertemukan maka diperoleh yang namanya Dioda, yang mempunyai 2 elektroda yang mana bahan jenis P dinamakan anoda sedangkan jenis N dinamakan katoda.
Dioda
Bila anoda dihubungkan dengan kutup (+) baterai sedangkan katoda dihubungkan dengan kutup (-) baterai (dioda diberi tegangan muka maju atau forward bias) maka arus listrik dapat mengalir lewat dioda, sedangkan anoda dihubungkan dengan kutup (-) baterai sedangkan katoda dihubungkan dengan kutup (+) baterai (dioda diberi tegangan muka terbalik atau reserve bias) maka arus listrik tidak akan mengalir lewat dioda.
Dioda mendapatkan tegangan muka maju (forward bias)

Dioda mendapatkan tegangan muka maju (forward bias)

Dioda mendapatkan tegangan muka Balik (Reverse bias)
Dioda mendapatkan tegangan muka Balik (Reverse bias)
Kesimpulan dioda bahwa =
1. Arus listrik dapat mengalir dari arah anoda ke katoda, tetapi tidak mengalir dari katoda ke anoda.
2. Dioda dikatakan bocor bila arus listrik dapat mengalir dari arah katoda ke anoda.
3. Dioda dikatakan putus bila arus listrik tidak dapat mengalir dari arah anoda ke katoda.
Jenis transistor
Transistor dibedakan menjadi 2 yaitu =
1. Transistor PNP
Disebut transistor PNP karena terdiri dari bahan semi konduktor jenis P, N, dan P yang mempunyai simbol dengan panah masuk
2. Transistor NPN
Disebut transistor NPN karena terdiri dari bahan semi konduktor jenis N, P, dan N yang mempunyai simbol dengan panah keluar.
Transistor NPN
Wujud transistor
Transistor mempunyai beragam bentuk, yang mempunyai 3 buah kaki yaitu Emitor (E), Basis(B), Colektor (C). Transistor mudah rusak bila terlalu lama kena panas.
Menentukan kaki transistor
Menentukan kaki transistor sangat penting sekali dikarenakan bila kesalahan meletakkan kaki transistor maka dapat mengakibatkan rusaknya transistor.
Pada umumnya pabrik-pabrik alat elektronika telah memberikan tanda untuk kaki kolektor dengan lingkaran, segitiga, titik, atau bujur sangkar dengan warna merah, hitam, putih, biru atau hijau pada badan transistor.
Tanda untuk kolektor

Tanda untuk kolektor                  
Untuk menentukan kaki transistor dapat pula dilakukan dengan cara meletakan transistor dengan kaki-kakinya menghadap ke muka kita, maka akan terlihat penampang transistor denga kedudukan kaki-kakinya yang tertentu (yang telah dibuat sedemikian rupa oleh pabriknya).
Menentukan kaki transistor
Kegunaan transistor
Berdasarkan penggunaannya transistor dibagi atas :
1. Transistor untuk frekuensi tinggi.
2. Transistor untuk frekuensi rendah.
Pabrik Jepang memberikan kode 2SA…untuk transistor frekuensi tinggi, misalnya 2SA70, 2SA 101, 2SA 103, dan sebagainya, sedangkan kode 2SB… untuk transistor frekuensi rendah, misalnya 2SB 56, 2SB175, 2SB426 dan sebagainya.