Social Media

PENGATUR KECEPATAN MOTOR LISTRIK

 
Motor-motor listrik dengan daya sekitar 1/4 PK sering mudah diperoleh dipasaran (bekas perkakas rumah tangga). Motor ini dapat dimanfaatkan untuk menggerakan gergaji, mesin bor dan lain-lain. Untuk itu perlu peralatan tambahan yaitu peralatan untuk mengatur kecepatan putaran dan konstannya putaran meskipun bebannya berubah-ubah.
Sebuah komutator optik dari piringan yang mempunyai lubang atau celah cahaya sebanyak 15 buah terdapat disekeliling piringan itu yang berfungsi sebagai media pengatur putaran motor ini. Lubang-lubang ini yang akan mengatur jatuhnya berkas cahaya pada permukaan phototransistorsehingga transistor T1 berkondisi ON atau OFF.
Pulsa-pulsa dari kolektor T1 digunakan untuk mentrigger IC monostabil type 74121 yang output Q nya berinteraksi pada R6/C4 dan R7/C5 untuk menghasilkan output level DC yang berbanding terbalik dengan kecepatan motor.
Kecepatan putaran motor yang kita perlukan dapat kita atur dengan memutar P1 dan P2 akan mengatur putaran motor secara elektronik secara otomatis. T3 dan T4 membangkitkan sebuah pulsa yang setiap setengah periode (1/2 gelombang) tegangan jaringan membangkitkan pulsa yang meng ON kan triac.
T2 akan mengatur sehingga arus kolektor T3 memuati kondensator C6. Pengisian muatan ini akan mengatur bangkitnya pulsa selama satu periode. Jika kecepatan putaran motor naik maka tegangan pada kondensator C4 akan turun, maka arus basis T2 akan turun. 
Akibatnya tegangan kolektor T2 akan naik sehingga akan menyebabkan arus yang melewati T3 akan turun. Sehingga pulsa yang akan mentrigger triac timbulnya akan lambat, yang menyebabkan putaran motor menurun.
Jika kecepatan putaran motor menurun maka akan timbul proses kebalikannya. Tegangan pada kondensator C4 akan naik sehingga tegangan kolektor T2 turun maka arus kolektor T3 akan naik, akibatnya pulsa yang akan mentrigger triac timbul lebih awal yang menyebabkan putaran motor naik.
Tahapan pentrggeran oleh (T2, T3, Dan T4) mendapatkan daya listrik dari sumber daya dengan penyearah gelombang penuh yang kurang rata (tanda A). Bila T4 didalam kondisi ON maka kondensator C6 akan mengosongkan muatan dengan cepat sampai tegangan sumbar daya mendekati titik 0 persilangan pulsa berikutnya.
Akibatnya ialah bahwa C6 selalu dikosongkan pada setiap pernulaan setengah periode, sehingga posisi dari pulsa pentrigger terhadap titik 0 persilangan ditentukan sepenuhnya oleh arus yang melewati T3. Dengan kata lain pulsa pentrigger sinkron dengan tegangan jaring.
Jenis triac yang digunakan sangat tergantung pada jenis motor yang digunakan. Paling tidak triac ini harus mampu terhadap 3X tegangan jaring. Sedangkan arusnya sangat ditentukan arus maksimal dari motor. Secara sederhana arus ini dapat dihitung dengan membagi daya motor dengan tegangan jaring dua kali.     
Sebagai contoh motor 500 watt/ 245V. Diperlukan triac dengan kemampuan arus = (500/245) X 2A =4A . Trafo (Tr 1) intinya potcore type AL 250, gulungan primer 80 gulung, sekunder40 gulung, digunakan kawat email 0,1mm (SWG 42).