Social Media

RELAY DENGAN TRIAC


Kita telah mengetahui bahwa agar Triac dapat membangkitkan pulsa-pulsa interverensi yang minimum maka kita harus dikemudikan pada dekat titik 0 silang dari bentuk gelombang utamanya. Memang banyak tipe IC yang dapat berfungsi sebagai sakelar pada suatu pulsa 0 tetapi sulit dicari dipasaran dan harganya mahal.
Lagipula agar IC tipe ini dapat berfungsi sebagai saklar masih diperlukan banyak komponen lain. Sedangkan versi lain dari rangkaian ini tidak diperlukan banyak tempat, jadi lebih murah. Tegangan dari sumber daya AC diturunkan oleh R1 kemudian disearahkan oleh D1dan selanjutnya distabilkan oleh dioda zener D2 untuk menghasilkan tegangan DC 24V.
Input pengaturan dihubungkan lewat sebuah optoisolator dengan tujuan untuk melindungi rangkaian pengatur dari tegangan jaringan PLN.
Jika LED tidak mendapat tegangan pengatur (tidak menyala) maka fototransistor (TIL 112) dalam posisi off dan transistor T1 dalam posisi ON. T5 dengan demikian tidak bekerja (dalam posisi off dan triac dalam posisi OFF.
Jika LED mendapat tegangan pengatur maka transistor T1 menjadi OFF. Resistor pembagi tegangan R4, R5, dan P1 akan menghasilkan tegangan sesuai dengan besarnya R4,R5 dan P1 dengan referensi 0V pada basis T4.
Karena adanya tegangan-tegangan pada R4, R5, dan P1 ini maka T2 menjadi ON dan akan meng ON kan T5 sehingga triac dalam posisi ON. Lama triac dalam posisi ON ( ada pulsa pengendali) dapat diatur dengan memutar P1, maksimal selama 1,5 milidetik (750).
Untuk detik setiap sisi titik silang 0), hal ini penting karena pada saat berakhirnya waktu ini arus yang mengalir lewat beban lebih besar dari arus yang maksimal yang diizinkan melalui triac (holding current dari triac). Oleh karena itu triac harus sudah dalam posisi OFF ketika pulsa pengendali sampai 0 (berakhir).
Jadi hal ini merupakan pembatas bagi arus beban minimal bagi rangkaian yang selanjutnya tergantung pada holding current dari tipe triac yang digunakan. Arus beban maksimal ditentukan oleh kemampuan arus maksimal dari triac.
Dengan nilai R1 = 47 KΩ bila tegangan sumber daya pengendali 24V akan turun sampai antara 10V dan 20V, sehingga arus gate dari triac akan berada antara 18 dan 40 mA. Untuk menaikan arus gate ini dapat ditempuh cara mengurangi nilai R1.
Karena pada hakekatnya R1 ini menampung sepenuhnya tegangan jaringan (PLN) maka untuk keamanan dan ketangguhan kerjanya R1 ini hendaknya disusun atas 2 resistor yang dirangkaikan secara seri sehingga mampu menahan daya yang lebih besar. Walaupun dengan R1 = 22KΩ, disipasinya hanya 1 watt, namun agar lebih aman digunakan resistor 3 watt.