Varaisi perlawanan bersama suhu.
Pelawan tak linier, terbuat dari setengah penghantar yang sangat peka terhadap perubahan suhu.
Dapat memiliki koefisien suhu positif (PTC) atau negatif (NTC).
Banyak kegunaannya dalam pengukuran dan pengendalian suhu, tunda waktu, kopensasi suhu, indikator taraf cairan.
Berbentuk manik, piringan, cincin, dan kemasan baut.
Parameter yang dimanfaatkan diantaranya =
1. Tetapan waktu termistor untuk berubah perlawanan dengan 63% dari harga awalnya pada borosan daya nol.
2. Tetapan borosan (disipasi) yaitu daya yang diperlukan untuk menaikan suhu termistor 1˚C yang dinyatakan dalam milliwatt per ˚C dengan harga lumrah 1...10 mW/˚C.
3. Perbandingan perlawanan pada 25˚C terhadap 125˚C.
Varistor (Variable resistor).
Pelawan tak linier, terbuat dari Karbida silikon.
Harga perlawananya bergantung pada tegangan yang dikenakan(pelawan peka terhadap tegangan).
Arus perpadanan dengan tegangan menurun En , dimana n ada diantara 2…6.
Mampu bertahan terhadap tegangan sampai 10000V.
Berbentuk piringan, batang, atau cincin.
Penerapan dalam kalangan proteksi terhadap sentakan tegangan, dan dalam pembangkitkan bentuk gelombang tak sinus.
Tanpa varistor kalau sakelar dibuka, tegangan tinggi dalam medan magnet menjangkitkan tegangan yang dapat merusak kumparan L.
Dengan varistor tegangan tinggi tersebut menjangkitkan arus lewat varistor, perlawanan varistor merosot, dan tenaga medan magnet diboroskan dalam varistor,tidak dalam kumparan.
LDR (Light dependen Resistor)
LDR merupakan jenis resistor yang peka terhadap cahaya, bila permukaan LDR terkena cahaya maka nilai hambatanya kecil, bila keadaan gelap maka nilai hambatannya membesar. LDR terbuat dari bahan germanium seperti cadmium sulfide, dengan bahan ini cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas yang menimbulkan arus listrik meningkat yang menyebabkan nilai hambatan menurun.

